Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper

Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper
Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper
Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper
Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper
Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper
Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper
Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper
Open Trip Pendakian Gunung Carstensz Pyramid 4.884 Mdpl by Chopper

 

Detail Trip











- +
  • IDR 78.000.000
    Unit price per 

Carstensz Pyramid merupakan puncak gunung tertinggi di pulau Papua dan merupakan gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Carstensz Pyramid berada di bawah kawasan Taman Nasional Lorentz yang merupakan Taman Nasional terbesar di Indonesia. Pada tahun 1999 Taman Nasional Lorentz ditetapkan juga sebagai salah satu World Heritage Site (Situs Warisan Alam Dunia) oleh UNESCO. Carstensz Pyramid merupakan bagian Pegunungan Sudirman yang merupakan salah satu dari sedikit wilayah khatulistiwa yang masih memiliki gletser. Gletser tropis lain hanya terdapat di Afrika dan Amerika Selatan. Gunung ini merupakan impian para pendaki di seluruh dunia karena merupakan salah satu The 7 Summits of the World. Untuk mendaki Carstensz Pyramid kita dapat memilih antara menggunakan jalur trekking ataupun helikopter, jika melalui jalur trekking kita akan melewati Desa Sugapa, dimana selain pesona alamnya yang indah dan menantang kita juga akan menemui pesona kebudayaan adat masyarakat lokal di Sugapa. Sedangkan jika melalui jalur helikopter kita tidak akan menikmati wisata budaya masyarakat lokal, dari kota kita akan langsung menuju basecamp pendakian untuk selanjutnya melakukan pendakian menuju puncak Carstensz Pyramid.

Hari 1 : Jakarta – Nabire
Kita akan menggunakan penerbangan tengah malam dari Jakarta menuju Nabire dan akan tiba di pagi hari.

Hari 2 : Nabire ( B – L – D )
Pagi hari kita tiba di bandara Nabire sesuai jadwal penerbangan. Kita akan menuju ke hotel tempat kita menginap selama di Nabire. Anda dapat beristirahat di hotel sampai waktu makan siang. Kita akan makan siang bersama di restoran. Setelah makan siang kita akan melakukan pengecekan ulang seluruh peralatan tim dan melakukan packing peralatan pendakian.

Hari 3 : Nabire – Sugapa – Suanggama ( B – L – D )
Pagi hari kita akan melakukan penerbangan dengan pesawat perintis menuju Sugapa yang akan ditempuh selama 45 menit. Tiba di bandara Sugapa kita akan melanjutkan perjalanan dengan ojek motor, dari bandara kita akan singgah terlebih dahulu di kantor kepolisian untuk melakukan registrasi perizinan, setelah itu melanjutkan perjalanan ke desa Suanggama dan bermalam di rumah pondokan di Desa Suanggama.

Hari 4 : Suanggama – Dibasiga ( B – L – D )
Hari ini kita akan memulai pendakian, dimulai dari melewati perkampungan dan perkebunan penduduk di Desa Suanggama, kemudian mulai masuk hutan dimana kita akan berjalan menyusuri tepian Sungai Yabu dan beberapa kali menyeberangi sungai serta naik turun bukit. Medan pendakian masih belum terlalu terjal, namun cukup panjang dan melalui jalan berlumpur. Di tengah perjalanan kita akan menemui sungai yang mengandung air garam, dimana juga terdapat bangunan bekas pabrik air garam. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 6-8 Jam. Camp Dibasiga menjadi tempat pertama kita untuk bermalam.

Hari 5 : Dibasiga – Endasiga ( B – L – D )
Pendakian hari ini adalah pendakian dengan rute terpanjang dan terberat selama pendakian, dari Dibasiga kita masih akan melewati rute di tepian sungai Yabu yang berlumpur dan masih akan menyeberangi sungai. Di tengah perjalanan kita akan mulai menemui hutan terbuka dimana terdapat padang rumput yang luas dengan banyak vegetasi anggrek hutan, kita akan istirahat siang di padang rumput tersebut. Setelah istirahat siang kita akan kembali melanjutkan pendakian memasuki hutan tertutup, rute akan semakin terjal dan panjang, dengan medan yang berlumpur dan mendaki melewati banyak akar atau batang-batang pepohonan. Setelah melalui rute hutan tertutup yang panjang kita akan tiba di Endasiga, yaitu area padang rumput yang akan kita gunakan sebagai tempat bermalam. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 8-10 jam.

Hari 6 : Endasiga – Ebay ( B – L – D )
Pendakian mulai hari ini dan seterusnya kita sudah memasuki area hutan terbuka dengan melewati padang rumput. Hari ini merupakan proses aklimatisasi kita, karena mulai mendaki dari ketinggian 3000 mdpl kemudian menuju puncak 3800 mdpl dan akan turun menuju camp Ebai dengan ketinggian 3600 mdpl. Area istirahat siang kita akan berada di area puncak 3800 mdpl dan disini kita mulai dapat melihat jajaran Pegunungan Sudirman yang berdiri gagah dan eksotis. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 7-9 jam.

Hari 7 : Ebay – Nasidome ( B – L – D )
Perjalanan hari ini adalah yang teringan selama pendakian. Dari Ebai kita akan menuruni bukit kemudian berjalan di area padang rumput, medan cenderung landai, kita akan naik turun bukit dan menyeberangi sungai. Di tengah perjalanan kita akan melewati area dataran tinggi yang luas yang disebut Plato Kemabu dan akan menyeberangi Sungai Kemabu. Selain itu sepanjang perjalanan kita juga akan menemui formasi-formasi batuan khas pegunungan tengah yang unik. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 6-8 jam. Kita akan bermalam di Nasidome dengan ketinggian 3800 mdpl, dinding Puncak Jaya dan Puncak Soemantri tampak gagah dan semakin dekat dari camp, di balik camp Nasidome terdapat area pertambangan dan kita mulai dapat mendengar suara aktivitas pertambangannya. Sebaiknya berjalan pelan-pelan di hari ini sebagai bagian proses aklimatisasi.

Hari 8 : Nasidome – Basecamp Lembah Danau-Danau ( B – L – D )
Perjalanan hari ini adalah perjalanan dengan rute terpendek namun medan pendakian yang terjal, karena kita akan mulai mendaki di medan berbatuan dan memasuki zona ketinggian 4000 mdpl dimana suhu udara akan semakin rendah. Dari Nasidome kita akan melewati Danau Hutan Mati, kemudian akan menanjak terjal di area hutan mati sampai menuju Puncak Manado. Setelah itu kita akan turun kembali ke Danau Larson, danau yang mempesona dengan keindahan air danaunya yang jernih berpadu dengan tebing-tebing di sekelilingnya. Selepas Danau Larson kita akan melewati rute yang semakin terjal memasuki area celah tebing berbatuan yang dikenal dengan “New Zeeland Pass”. Kita istirahat makan siang di tengah New Zeeland Pass. Hari ini kita akan mendaki sampai titik tertinggi New Zeeland Pass 4400 mdpl, kemudian turun kembali ke ketinggian 4200 mdpl dimana terdapat area basecamp induk, Lembah Danau-Danau sebagai tempat kita bermalam sebelum menuju Puncak Carstensz Pyramid. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 6-8 jam.

Hari 9 : Rest Day ( B – L – D )
Hari ini merupakan hari istirahat dan aklimatisasi sebelum menuju puncak. Kita akan stay di Lembah Danau-Danau (LDD). Aktivitas yang kita lakukan hanya aktivitas ringan berjalan di sekitar basecamp dan melakukan latihan ringan teknik pemanjatan.

Hari 10 : Basecamp LDD – Puncak – Basecamp LDD ( B – L – D )
Perjalanan menuju puncak tertinggi Carstensz Pyramid, kita akan mulai mendaki dinihari pukul 01:00. Dari basecamp kita sudah siap menggunakan peralatan pendakian dan pemanjatan yang lengkap, kita akan mulai berjalan mendaki bukit kemudian turun menelusuri area Lembah Kuning selama 2 jam. Lembah Kuning adalah titik awal kita akan mulai melakukan pemanjatan pada lintasan yang telah terpasang di dinding carstensz. Pemanjatan akan dilakukan pada celah tebing berbatuan melewati teras kecil, teras besar kemudian memanjat satu dinding paling terjal sampai ke punggungan utama Carstensz. Kemudian kita akan terus berjalan di punggungan utama , melewati rute yang sangat terkenal dan menantang, menyeberangi jurang tebing pada lintasan Tyroleans Traverse atau Burma Bridge, setelah itu akan melewati beberapa jurang kecil sampai tiba di titik tertinggi Carstensz Pyramid. Pendakian menuju puncak ditempuh selama 6-8 jam waktu normal. Setelah selebrasi di puncak kita akan turun kembali dan bermalam di Lembah Danau-Danau, perjalanan kembali ke basecamp akan ditempuh selama 4-6 jam.

Hari 11 : Basecamp LDD – Camp Sungai ( B – L – D )
Perjalanan turun kembali menuju ke Desa Suanggama, kita akan turun melalui rute yang sama saat berangkat, mendaki dan menuruni New Zeeland Pass, Danau Larson, Danau Hutan Mati, Nasidome dan bermalam di Camp Sungai dekat dengan Plato Kemabu. Perjalanan akan ditempuh selama 6-8 jam.

Hari 12 : Camp Sungai – Endasiga ( B – L – D )
Perjalanan turun dengan rute terpanjang selama pendakian, dari Camp Sungai kita akan terus mendaki melewati Plato Kemabu, Camp Ebay, Puncak 3800 mdpl, kemudian turun ke area padang rumput Endasugapa dan akan bermalam di Camp Endasiga. Perjalanan akan ditempuh selama 8-10 jam.

Hari 13 : Endasiga – Jambusiga ( B – L – D )
Perjalanan turun dengan kembali melewati area hutan tertutup dan menyusuri sungai Yabu. Kita akan bermalam di Camp Jambusiga yang berada di antara Dibasiga dan Desa Suanggama. Perjalanan akan ditempuh selama 8-10 jam.

Hari 14 : Jambusiga – Suanggama ( B – L – D )
Perjalanan turun hari ini kita akan lalui selama setengah hari dengan waktu tempuh 3-4 jam. Siang hari kita akan tiba kembali di desa Suanggama. Kita akan bermalam kembali disini selama satu malam. Anda dapat melakukan sosialisasi untuk lebih dekat mengenal kondisi masyarakat, sosial dan budaya setempat.

Hari 15 : Extra Day ( B – L – D )
Waktu cadangan pendakian.

Hari 16 : Extra Day ( B – L – D )
Waktu cadangan pendakian.

Hari 17 : Suanggama – Sugapa – Nabire ( B – L – D )
Pagi hari sekali kita akan berangkat dari Desa Suanggama dengan menggunakan ojek motor menuju Bandara Sugapa. Setelah itu kita akan kembali ke kota Nabire dengan menggunakan pesawat perintis. Anda dapat beristirahat dan menikmati suasana kota Nabire. Kita akan makan malam di restoran untuk selebrasi dan bermalam di hotel.

Hari 18 Nabire – Jakarta ( B )
Perjalanan kembali ke kota asal sesuai dengan jadwal penerbangan.

Include

  • 1. Mountain Enterance Fees
  • 2. Certified Mountain Guide + Assistant
  • 3. Group Porter 
  • 4. Group Tent (2:1), Toilet Tent (Portable)
  • 5. Cutlery + Dining Tent
  • 6. Aluminum Foil Mattress + Pillow
  • 7. Tables, Chairs & Campsite GlampCamp
  • 8. Meals + Snack as Indicated in the Itinerary
  • 9. Standard First Aid Kit
  • 10. Private Vehicle by Toyota HIACE
  • 11. Free Consultation Before Trip
  • 12. Documentation Trip
  • 13. Certified Trip (PDF File)
  • 14. Exclusive Merchandise

Exclude

  • 1. Cost of Rapid / SWAB / PCR Test Covid-19
  • 2. Personal Equipment for Hiking
  • 3. Private Meals & First Aid
  • 4. Services not Mentioned Above
  • 5. Tip for Main Outdoor Team, Porter & Driver
  • 1. Sun Hats
  • 2. Balaclava / Benie
  • 3. Sun Glasess
  • 4. T-shirt (Quick Dry Recommended)
  • 5. Long Pants + Extra + Underwear
  • 6. Trekking Shoes + Shocks (Extra)
  • 7. Sandal (Only for Relax at Campsite)
  • 8. Backpack 30 - 40L (Recommended)
  • 9. Rain Coat
  • 10. Wind Breaker + Jacket
  • 11. Warm Jacket (Sweater / Down Jacket / Soft Shell)
  • 12. Headlamp with Extra Battery
  • 13. Gloves
  • 14. Lip Balm
  • 15. Covid-19 Protector (Mask & Hand Sanitizer)
  • 16. Sun Block / Hand & Body Lotion
  • 17. Adventure Watch (Optional)
  • 18. Sanitary Kits
  • 19. Handphone, Camera & Charger / Battery
  • 20. Personal Medical Kit
  • 21. Personal Snacks
  • 22. Trekking Poles (Optional)
  • 23. Gaiter (Optional)
  • 24. Personal Sleeping Bag
  • OVERVIEW

    Carstensz Pyramid merupakan puncak gunung tertinggi di pulau Papua dan merupakan gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Carstensz Pyramid berada di bawah kawasan Taman Nasional Lorentz yang merupakan Taman Nasional terbesar di Indonesia. Pada tahun 1999 Taman Nasional Lorentz ditetapkan juga sebagai salah satu World Heritage Site (Situs Warisan Alam Dunia) oleh UNESCO. Carstensz Pyramid merupakan bagian Pegunungan Sudirman yang merupakan salah satu dari sedikit wilayah khatulistiwa yang masih memiliki gletser. Gletser tropis lain hanya terdapat di Afrika dan Amerika Selatan. Gunung ini merupakan impian para pendaki di seluruh dunia karena merupakan salah satu The 7 Summits of the World. Untuk mendaki Carstensz Pyramid kita dapat memilih antara menggunakan jalur trekking ataupun helikopter, jika melalui jalur trekking kita akan melewati Desa Sugapa, dimana selain pesona alamnya yang indah dan menantang kita juga akan menemui pesona kebudayaan adat masyarakat lokal di Sugapa. Sedangkan jika melalui jalur helikopter kita tidak akan menikmati wisata budaya masyarakat lokal, dari kota kita akan langsung menuju basecamp pendakian untuk selanjutnya melakukan pendakian menuju puncak Carstensz Pyramid.

  • ITINERARY

    Hari 1 : Jakarta – Nabire
    Kita akan menggunakan penerbangan tengah malam dari Jakarta menuju Nabire dan akan tiba di pagi hari.

    Hari 2 : Nabire ( B – L – D )
    Pagi hari kita tiba di bandara Nabire sesuai jadwal penerbangan. Kita akan menuju ke hotel tempat kita menginap selama di Nabire. Anda dapat beristirahat di hotel sampai waktu makan siang. Kita akan makan siang bersama di restoran. Setelah makan siang kita akan melakukan pengecekan ulang seluruh peralatan tim dan melakukan packing peralatan pendakian.

    Hari 3 : Nabire – Sugapa – Suanggama ( B – L – D )
    Pagi hari kita akan melakukan penerbangan dengan pesawat perintis menuju Sugapa yang akan ditempuh selama 45 menit. Tiba di bandara Sugapa kita akan melanjutkan perjalanan dengan ojek motor, dari bandara kita akan singgah terlebih dahulu di kantor kepolisian untuk melakukan registrasi perizinan, setelah itu melanjutkan perjalanan ke desa Suanggama dan bermalam di rumah pondokan di Desa Suanggama.

    Hari 4 : Suanggama – Dibasiga ( B – L – D )
    Hari ini kita akan memulai pendakian, dimulai dari melewati perkampungan dan perkebunan penduduk di Desa Suanggama, kemudian mulai masuk hutan dimana kita akan berjalan menyusuri tepian Sungai Yabu dan beberapa kali menyeberangi sungai serta naik turun bukit. Medan pendakian masih belum terlalu terjal, namun cukup panjang dan melalui jalan berlumpur. Di tengah perjalanan kita akan menemui sungai yang mengandung air garam, dimana juga terdapat bangunan bekas pabrik air garam. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 6-8 Jam. Camp Dibasiga menjadi tempat pertama kita untuk bermalam.

    Hari 5 : Dibasiga – Endasiga ( B – L – D )
    Pendakian hari ini adalah pendakian dengan rute terpanjang dan terberat selama pendakian, dari Dibasiga kita masih akan melewati rute di tepian sungai Yabu yang berlumpur dan masih akan menyeberangi sungai. Di tengah perjalanan kita akan mulai menemui hutan terbuka dimana terdapat padang rumput yang luas dengan banyak vegetasi anggrek hutan, kita akan istirahat siang di padang rumput tersebut. Setelah istirahat siang kita akan kembali melanjutkan pendakian memasuki hutan tertutup, rute akan semakin terjal dan panjang, dengan medan yang berlumpur dan mendaki melewati banyak akar atau batang-batang pepohonan. Setelah melalui rute hutan tertutup yang panjang kita akan tiba di Endasiga, yaitu area padang rumput yang akan kita gunakan sebagai tempat bermalam. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 8-10 jam.

    Hari 6 : Endasiga – Ebay ( B – L – D )
    Pendakian mulai hari ini dan seterusnya kita sudah memasuki area hutan terbuka dengan melewati padang rumput. Hari ini merupakan proses aklimatisasi kita, karena mulai mendaki dari ketinggian 3000 mdpl kemudian menuju puncak 3800 mdpl dan akan turun menuju camp Ebai dengan ketinggian 3600 mdpl. Area istirahat siang kita akan berada di area puncak 3800 mdpl dan disini kita mulai dapat melihat jajaran Pegunungan Sudirman yang berdiri gagah dan eksotis. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 7-9 jam.

    Hari 7 : Ebay – Nasidome ( B – L – D )
    Perjalanan hari ini adalah yang teringan selama pendakian. Dari Ebai kita akan menuruni bukit kemudian berjalan di area padang rumput, medan cenderung landai, kita akan naik turun bukit dan menyeberangi sungai. Di tengah perjalanan kita akan melewati area dataran tinggi yang luas yang disebut Plato Kemabu dan akan menyeberangi Sungai Kemabu. Selain itu sepanjang perjalanan kita juga akan menemui formasi-formasi batuan khas pegunungan tengah yang unik. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 6-8 jam. Kita akan bermalam di Nasidome dengan ketinggian 3800 mdpl, dinding Puncak Jaya dan Puncak Soemantri tampak gagah dan semakin dekat dari camp, di balik camp Nasidome terdapat area pertambangan dan kita mulai dapat mendengar suara aktivitas pertambangannya. Sebaiknya berjalan pelan-pelan di hari ini sebagai bagian proses aklimatisasi.

    Hari 8 : Nasidome – Basecamp Lembah Danau-Danau ( B – L – D )
    Perjalanan hari ini adalah perjalanan dengan rute terpendek namun medan pendakian yang terjal, karena kita akan mulai mendaki di medan berbatuan dan memasuki zona ketinggian 4000 mdpl dimana suhu udara akan semakin rendah. Dari Nasidome kita akan melewati Danau Hutan Mati, kemudian akan menanjak terjal di area hutan mati sampai menuju Puncak Manado. Setelah itu kita akan turun kembali ke Danau Larson, danau yang mempesona dengan keindahan air danaunya yang jernih berpadu dengan tebing-tebing di sekelilingnya. Selepas Danau Larson kita akan melewati rute yang semakin terjal memasuki area celah tebing berbatuan yang dikenal dengan “New Zeeland Pass”. Kita istirahat makan siang di tengah New Zeeland Pass. Hari ini kita akan mendaki sampai titik tertinggi New Zeeland Pass 4400 mdpl, kemudian turun kembali ke ketinggian 4200 mdpl dimana terdapat area basecamp induk, Lembah Danau-Danau sebagai tempat kita bermalam sebelum menuju Puncak Carstensz Pyramid. Perjalanan hari ini akan ditempuh selama 6-8 jam.

    Hari 9 : Rest Day ( B – L – D )
    Hari ini merupakan hari istirahat dan aklimatisasi sebelum menuju puncak. Kita akan stay di Lembah Danau-Danau (LDD). Aktivitas yang kita lakukan hanya aktivitas ringan berjalan di sekitar basecamp dan melakukan latihan ringan teknik pemanjatan.

    Hari 10 : Basecamp LDD – Puncak – Basecamp LDD ( B – L – D )
    Perjalanan menuju puncak tertinggi Carstensz Pyramid, kita akan mulai mendaki dinihari pukul 01:00. Dari basecamp kita sudah siap menggunakan peralatan pendakian dan pemanjatan yang lengkap, kita akan mulai berjalan mendaki bukit kemudian turun menelusuri area Lembah Kuning selama 2 jam. Lembah Kuning adalah titik awal kita akan mulai melakukan pemanjatan pada lintasan yang telah terpasang di dinding carstensz. Pemanjatan akan dilakukan pada celah tebing berbatuan melewati teras kecil, teras besar kemudian memanjat satu dinding paling terjal sampai ke punggungan utama Carstensz. Kemudian kita akan terus berjalan di punggungan utama , melewati rute yang sangat terkenal dan menantang, menyeberangi jurang tebing pada lintasan Tyroleans Traverse atau Burma Bridge, setelah itu akan melewati beberapa jurang kecil sampai tiba di titik tertinggi Carstensz Pyramid. Pendakian menuju puncak ditempuh selama 6-8 jam waktu normal. Setelah selebrasi di puncak kita akan turun kembali dan bermalam di Lembah Danau-Danau, perjalanan kembali ke basecamp akan ditempuh selama 4-6 jam.

    Hari 11 : Basecamp LDD – Camp Sungai ( B – L – D )
    Perjalanan turun kembali menuju ke Desa Suanggama, kita akan turun melalui rute yang sama saat berangkat, mendaki dan menuruni New Zeeland Pass, Danau Larson, Danau Hutan Mati, Nasidome dan bermalam di Camp Sungai dekat dengan Plato Kemabu. Perjalanan akan ditempuh selama 6-8 jam.

    Hari 12 : Camp Sungai – Endasiga ( B – L – D )
    Perjalanan turun dengan rute terpanjang selama pendakian, dari Camp Sungai kita akan terus mendaki melewati Plato Kemabu, Camp Ebay, Puncak 3800 mdpl, kemudian turun ke area padang rumput Endasugapa dan akan bermalam di Camp Endasiga. Perjalanan akan ditempuh selama 8-10 jam.

    Hari 13 : Endasiga – Jambusiga ( B – L – D )
    Perjalanan turun dengan kembali melewati area hutan tertutup dan menyusuri sungai Yabu. Kita akan bermalam di Camp Jambusiga yang berada di antara Dibasiga dan Desa Suanggama. Perjalanan akan ditempuh selama 8-10 jam.

    Hari 14 : Jambusiga – Suanggama ( B – L – D )
    Perjalanan turun hari ini kita akan lalui selama setengah hari dengan waktu tempuh 3-4 jam. Siang hari kita akan tiba kembali di desa Suanggama. Kita akan bermalam kembali disini selama satu malam. Anda dapat melakukan sosialisasi untuk lebih dekat mengenal kondisi masyarakat, sosial dan budaya setempat.

    Hari 15 : Extra Day ( B – L – D )
    Waktu cadangan pendakian.

    Hari 16 : Extra Day ( B – L – D )
    Waktu cadangan pendakian.

    Hari 17 : Suanggama – Sugapa – Nabire ( B – L – D )
    Pagi hari sekali kita akan berangkat dari Desa Suanggama dengan menggunakan ojek motor menuju Bandara Sugapa. Setelah itu kita akan kembali ke kota Nabire dengan menggunakan pesawat perintis. Anda dapat beristirahat dan menikmati suasana kota Nabire. Kita akan makan malam di restoran untuk selebrasi dan bermalam di hotel.

    Hari 18 Nabire – Jakarta ( B )
    Perjalanan kembali ke kota asal sesuai dengan jadwal penerbangan.

  • PRICE DETAIL

    Include

    • 1. Mountain Enterance Fees
    • 2. Certified Mountain Guide + Assistant
    • 3. Group Porter 
    • 4. Group Tent (2:1), Toilet Tent (Portable)
    • 5. Cutlery + Dining Tent
    • 6. Aluminum Foil Mattress + Pillow
    • 7. Tables, Chairs & Campsite GlampCamp
    • 8. Meals + Snack as Indicated in the Itinerary
    • 9. Standard First Aid Kit
    • 10. Private Vehicle by Toyota HIACE
    • 11. Free Consultation Before Trip
    • 12. Documentation Trip
    • 13. Certified Trip (PDF File)
    • 14. Exclusive Merchandise

    Exclude

    • 1. Cost of Rapid / SWAB / PCR Test Covid-19
    • 2. Personal Equipment for Hiking
    • 3. Private Meals & First Aid
    • 4. Services not Mentioned Above
    • 5. Tip for Main Outdoor Team, Porter & Driver
  • GEAR LIST

    • 1. Sun Hats
    • 2. Balaclava / Benie
    • 3. Sun Glasess
    • 4. T-shirt (Quick Dry Recommended)
    • 5. Long Pants + Extra + Underwear
    • 6. Trekking Shoes + Shocks (Extra)
    • 7. Sandal (Only for Relax at Campsite)
    • 8. Backpack 30 - 40L (Recommended)
    • 9. Rain Coat
    • 10. Wind Breaker + Jacket
    • 11. Warm Jacket (Sweater / Down Jacket / Soft Shell)
    • 12. Headlamp with Extra Battery
    • 13. Gloves
    • 14. Lip Balm
    • 15. Covid-19 Protector (Mask & Hand Sanitizer)
    • 16. Sun Block / Hand & Body Lotion
    • 17. Adventure Watch (Optional)
    • 18. Sanitary Kits
    • 19. Handphone, Camera & Charger / Battery
    • 20. Personal Medical Kit
    • 21. Personal Snacks
    • 22. Trekking Poles (Optional)
    • 23. Gaiter (Optional)
    • 24. Personal Sleeping Bag